Siap bagikan segala yang positif untuk kamu!

Oh, Wanita Idaman!

Sumber: fitrimelinda.wordpress.com

Ketika membicarakan atau terpikir tentang seorang wanita idaman, bagi seorang pria mungkin ini adalah sesuatu yang tidak akan ada habisnya untuk dibahas. Berbagai kriteria wanita idaman ditetapkan oleh berbagai macam pria, dari berbagai jenjang umur, dengan berbagai latar belakang kehidupan. Ada yang melihat wanita idamannya berdasarkan kuatnya iman yang tertanam dalam dirinya, lalu seberapa cantiknya ia, bagaimana kecerdasannya, bagaimana sikap atau perangainya, lalu ada yang melihat dari kelembutan hatinya, keterampilan yang ia miliki, hingga ada pula yang sungguh menyedihkan menilai seorang wanita dari Harta dan Tubuhnya. Naudzubillahimindzalik

Berbagai persepsi tentang wanita idaman ini mungkin muncul dari gaya kehidupan masing-masing orang, lalu pengetahuan yang ia miliki, hingga berbagai budaya luar yang mempengaruhi pola pikir setiap orang. Hedonisme sebagai budaya yang lahir dari kaum Kapitalis akhir-akhir ini menjadi bagian pembentuk pola pikir masyarakat yang cukup besar pengaruhnya. Dan tentu saja ini menjadi keprihatinan tersendiri bagi sebagian masyarakat yang sadar akan dampak buruk budaya milik kaum kapitalis ini.

Tulisan inipun merupakan bentuk upaya sesosok pemuda yang merasa risih dan resah dengan maraknya perilaku dan cara pandang yang semakin menyedihkan tentang seorang wanita. Wanita, ia adalah kaum yang menjadi seorang ibu, tempatnya begitu mulia. Wanita, ialah kaum yang akan menduduki singgasana rumah tangga sebagai seorang Ratu dari sebuah keluarga, sungguh perlakuan yang tidak adil jika wanita diperlakukan dengan tidak hormat dan tidak semestinya.

Kali ini Abang Pedia akan coba memaparkan dari kaca mata AbangPedia tentang bagaimana seharusnya kita menilai seorang Wanita Idaman, dan tentu saja dapat pula diterjemahkan oleh para wanita menjadi bagaimana seorang wanita harus berperilaku untuk menjadi seorang wanita yang di idam-idamkan. Dibawah ini adalah penjabaran dari masing-masing kebiasaan kaum pria dalam hal cara menilai seorang wanita Idaman:

  1. Tubuh.

    Ketika menulis kata ini, rasanya sangat miris dan hati ini serasa tersayat, yah bagaimana tidak, ketika melilhat sebagian dari kaum yang akan menjadi seorang ibu bagi anak-anak saya nanti, sebagaimana seorang wanita yang pertama saya kenal dulu telah menjadi Ibu bagi diri saya saat ini, kaum itu diperlakukan dengan dzolim dizaman ini, dinilai berdasarkan bentuk tubuhnya, padahal ia begitu mulia kedudukannya.

    Bayangkan saja jikalau anda mendengar ibu anda, atau saudari perempuan anda, atau putri-putri anda nantinya dibicarakan tentang maaf kemolekkan tubuhnya, se-berang apa anda mendengarnya? wanita itu mulia dengan sikapnya, dengan kodrat yang telah di tetapkan padanya, kodratnya sebagai mahluk yang lembut sikapnya, cantik perangainya, penyayang hatinya, dan takdirnya menjadi Ibu yang melahirkan kita.

    Maka tidaklah ada kepantasan bagi kaum pria menjadikan tubuh kaum wanita sebagai tolak ukur kemuliaan seorang wanita, dan tidaklah benar bagi wanita yang ditakdirkan mulia melecehkan dirinya dengan berbagai perbuatan yang didasarkan pada budaya Hedonisme yang secara jelas merendahkan derajat wanita yang dasarnya telah begitu mulia.

    Penilaian tentang seorang wanita yang dilakukan dari sudut pandang yang menyedihkan ini memang terjadi atas banyak faktor, baik dari faktor pola pikir para pria itu sendiri yang dipengaruhi faktor media dan budaya masyarakat, hal ini juga tidak lepas dari perilaku sebagian wanita yang menjadikan tubuhnya sebagai tontonan, yang biasanya didasari atas kebutuhannya pada perhatian kaum pria.

    Hal ini disadari atau tidak menjadi sebab atas bobrok-nya pemikiran pria atas mayoritas wanita di zaman ini. Maka untuk dapat mengurangi buruknya pandangan pria tentang hal ini, menjadi sangat penting bagi seorang wanita untuk terus menjaga batas-batas perilakunya, khususnya dalam hal berpakaian dan pegaulan. Selain itu ikut berkontribusi dalam mensosialisasikan perilaku/adab yang baik dalam berpakaian serta pergaulan tentu menjadi sesuatu yang sangat bijak dilakukan setiap orang baik wanita atau pria sebagai bentuk kepeduliannya terhadap masa depan kaum wanita, dan masa depan dunia!

  2. Harta.

    Beberapa kali pernah saya dengar dari para pemuda disekitar gubuk kediaman saya yang mengatakan, "tidak masalah dengan yang lebih tua asalkan banyak hartanya", "tidak masalah yang tidak begitu cantik asalkan duitnya banyak" atau berbagai ucapan senada, dan sering juga kita dengar dari media televisi berbagai tayangan yang berusaha mengatur pola pikir kita untuk mematok seorang wanita idaman berdasarkan tingkat ekonomi mereka.

    Hal ini menjadi cukup memprihatinkan ketika kita mulai coba melihat dari berbagai pandangan yang berlaku di masyarakat, bahwa saat ini pria sudah mulai mengalihkan kodratnya dari seorang yang menafkahi menjadi seorang yang menggantungkan nafkah kepada wanitanya. Maka hal ini pada waktunya akan sangat berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat, ketika pria-pria ini terbiasa dengan pola pikir rendahan (maaf) seperti hal diatas, maka pria yang seharusnya menjadi pembangun dunia ini akan menjadi pemalas dan menjadi beban bagi kehidupan.

    Sungguh bagi saya ini adalah sebuah ironi yang harus segera dibenahi. Maka sebuah langkah bijak yang saya rasa bisa dilakukan untuk menghadapi keterpurukan perilaku masyarakat ini adalah dengan mengurangi pola hidup bermewah-mewahan, serta bagi seorang wanita akan lebih bijak jika ia lebih memilih untuk tidak menonjolkan harta yang mereka miliki untuk meraih perhatian dari pria disekelilingnya.

  3. Kecantikan.

    Memang tidak dapat dipungkiri kecantikan seorang wanita adalah sebuah pertimbangan yang banyak dijadikan kriteria utama bagi kebanyakan pemuda/pria saat ini, maka tak heran pula jika banyak wanita berlomba-lomba untuk menampilkan penampilan tercantiknya, entah dengan pakaian yang mewah, kosmetik yang berlebihan, hingga bahkan ada yang melakukan berbagai "MANIPULASI" terhadap penampilannya dengan memanfaatkan Operasi Plastik. Naudzubillahimindzalik

    Wanita telah dikodratkan cantik meskipun pada tingkat yang berbeda-beda, tapi setiap wanita dapat menjadi begitu cantik jika ia dapat memaksimalkan potensi kecantikan alami yang telah ada dalam dirinya. Kecantikan apa itu? ialah Kecantikan Hati, itulah kecantikan yang terlukis melalui sikap dan perangai lembut seorang wanita. Mencapai kecantikan alami ini tak lain dilakukan dengan kembali pada kodrat penciptaan wanita Sebagai seorang mahluk yang anggun, dan lembut perangainya.

    Kecantikan alami wanita yang terpancar dari jiwanya, sangatlah istimewa jika dibandingkan dengan kecantikan yang nampak pada fisiknya, satu keistimewaan itu adalah ketika kecantikan fisiknya akan termakan oleh usia, maka kecantikan jiwanya tidak, ia akan kekal hingga akhir usia sang ratu mulia!

  4. Kemuliaan Jiwa

    Bagaimana seorang wanita bersikap baik dalam aktifitas sehari-harinya, lalu bagaimana setiap perilakunya menunjukkan bahwa ia sangat menjunjung tinggi nilai moral dan etika, serta betapa jiwa mulia yang terbenam dalam diri seorang wanita dapat menjadi alasan peng-idaman seorang wanita yang akhirnya membawa pada sebuah hubungan yang berjalan dengan penuh cinta dan kasih sayang disepanjang usia.

    Yup, ketika berbicara tentang memilih wanita Idaman sebagai teman hidup hingga akhir usia, yang akan terus menyemangati saat sukarnya hidup terasa, dan menjadikan kehidupan begitu berarti dengan senyumnya yang terus melekat bahkan ketika wajahnya sudah menggambarkan usia yang tak lagi muda, maka tentu kemuliaan jiwa adalah hal yang paling tepat untuk melukiskan wanita idaman ini.

    Maka ketika anda seorang wanita ingin menjadi sosok wanita idaman bagi pria, salah satu yang terpenting adalah benahilah jiwanmu! dan percayalah, meski mungkin penampilanmu tak cukup menarik bagi banyak pria, dan tak banyak pria yang akan memberikan perhatian padamu, tapi diantara sedikit pria yang mengagumimu percayalah mereka adalah pria-pria hebat yang akan siap membahagiakan kehidupanmu hingga usia tua-mu nanti! Dan janganlah merasa iri atau berkecil hati atas pengaguman kaum pria pada kecantikan wanita pesolek disekitarmu, karena tak banyak dari pengagumnya yang siap memberikan pengaguman pada setiap detik dimasa tua-nya ketika kulit mulusnya tlah mengeriput.

  5. Akhlak yang Mulia

    Akhlak yang mulia dari seorang wanita kali ini menjadi pembahasan kriteria wanita idaman yang terakhir pada tulisan ini, kriteria ini sekaligus menjadi kriteria terbaik dari sudut pandang saya pribadi. Akhlak yang mulia mungkin akan berbeda-beda pada setiap golongan ber-agama. Bagi saya pribadi yang merupakan seorang Muslim, akhlak yang mulia adalah ahlak yang dilandasi pada Al-Qur'an dan As-Sunnah, sebagai seorang muslim Al-Qur'an dan As-Sunnah adalah tempat kembalinya segala hukum, tempat berpedoman tentang segala hal baik dikehidupan dunia maupun Akhirat.

    Seorang wanita yang berakhlak mulia adalah seorang wanita yang berada sepenuhnya pada kodrat penciptaanya. Bagi saya pribadi ini adalah tingkatan tertinggi yang bisa di capai oleh seorang wanita, sebuah titik yang saya nilai sebagai titik kesempurnaan bagi seorang wanita. Seperti apa dia? tidaklah berlebihan jika dikata sempurna?

    Wanita idaman satu ini saya katakan sempurna karena ia adalah wanita yang memenuhi segala kriteria wanita idaman,

    Ia cantik, seorang wanita jika telah ingin mulia dengan Agamanya akan selalu berpenampilan cantik pada Pria-nya, sesuai anjuran Agama-nya, dan hanya pada pendamping halal-nya, tidak pada orang-orang yang tak hak atasnya, maka sungguhlah beruntung pria yang dianugerahi wanita sepertinya.

    Ia kaya dan mengayakan, ia adalah salah satu kekayaan terbesar bagi seorang Pria, kekayaan hatinya membuat ia selalu bersyukur, sehingga dengan rasa syukurnya sekecil apapun harta yang ia miliki jauh lebih berarti dari emas permata yang tak memuaskan hasrat. Pria yang bersama-nya tidak akan sanggup membiarkan Ratu-nya hidup dalam kekurangan nafkah, dan senantiasa berusaha sekeras tenaganya bekerja demi kehidupan layak Ratu berharganya.

    Ia berakhlak, dan Berjiwa mulia, tidaklah ia termasuk wanita yang memuliakan akhlak dengan agamanya, jika dalam hatinya masih terdapat dengki, iri, ego, dan kesombongan berlebih. Wanita yang mulia akhlaknya senantiasa menghilangkan berbagai penyakit hati dalam dirinya. Maka hidup bersamanya akan terasa indah di sepanjang usia.

    Ia Cerdas, Seorang wanita yang hidup dalam tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah, akan senantiasa mencerdaskan dirinya, paling tidak ia senantiasa mempelajari Al-Qur'an dan Sunnah yang didalamnya terdapat segala tuntunan bagi kehidupan. Ia akan mendidik anak-anaknya dengan sangat baik, dan tentu saja ia juga akan bertindak dan bersikap dengan ilmu, sehingga tak banyak mendatangkan mudharat dan perselisihan pada keluarga dimana ia berpijak.

    Ia Terampil, Seorang wanita yang berpegang pada aturan agamanya tau bahwa sebaik-baik dirinya menjadi seorang pendamping adalah jika ia mampu membuat Pria-nya bahagia, jika hari ini ia kurang terampil memasak, maka ia takkan tinggal diam, dan akan terus belajar untuk paling tidak mampu memasak masakan kesukaan pria-nya.

    Ia Terhormat, Layaknya seorang Ratu dari sebuah kerajaan, ia memperlakukan dirinya dengan sangat terhormat seperti pendamping sang Raja. Ia tak biarkan sembarang orang menikmati kecantikannya, ia tutupi tubuhnya dengan gaun dan jilbab syar'i, atau lebih berharga lagi ia perlakukan dirinya dengan hanya memperbolehkan para pria yang tak hak atasnya sesekali melihat matanya, yaitu ketika ia pilih untuk menutup dirinya dengan sempurna menggunakan cadar yang penuh kemuliaan. Maka sangatlah bahagia seorang Pria yang dapat bersanding dengannya.

    Ia langka. Kesempurnaan wanita idaman satu ini memang luar biasa, sehingga tentu luar biasa pula sulitnya ia ditemukan, serta luar biasa pula sulitnya syarat untuk dapat bersanding dengan Wanita Idaman yang satu ini, hanya pria yang memiliki kepribadian luar biasa atau keberuntungan yang teramat sangat besarlah yang mampu menaklukkannya.

Itulah sebagian dari kriteria seorang Wanita Idaman yang bisa saya bahas pada tulisan ini, dan tentu saja masih ada berbagai alasan lain yang luput dari pembahasan saya pada tulisan ini, tapi apa yang saya angkat pada tulisan kali ini adalah berbagai alasan yang menurut saya paling menarik untuk dibahas, dan sangat penting untuk dipahami oleh saudarai/i pembaca sekalian.

Membahas wanita idaman bagi saya pribadi bukan sekedar tentang pemenuhan hasrat, atau kesenangan semata, tapi lebih dari itu ketika perspektif masyarakat tentang wanita terus memburuk maka masa depan dunia inipun akan terancam. Jika disangka hal berlebihan saya mengaitkan wanita dengan masa depan dunia, maka mungkin ini perlu menjadi sebuah bahan pertimbangan. Mayoritas pria besar di dunia tidak akan lepas dari pengaruh Istri-nya, dan tidak Seorang pria besarpun yang tidak terlahir dan hidup dibawah kasih sayang seorang wanita (Ibu). Mungkin sekarang bisa dipahami bahwa tidak berlebihan statement saya mengatakan perlakuan dan penilaian yang buruk terhadap wanita akan berpengaruh pada masa depan dunia.

Bayangkan jika wanita dinilai dari fisiknya, lalu setiap wanita berlomba-lomba memperindah dan mempertontonkan fisiknya (naudzubillahi mindzalik), dan akhirnya anak-anak yang lahir dari ibu-ibu dengan fisik yang indah ini tidak memperoleh perlakuan, pendidikan dan kasih sayang yang benar, padahal itu yang amat sangat ia butuhkan. Maka, lahirlah pria-pria yang tak bermoral, memakan uang rakyat (koruptor), lalu lahirlah pria-pria brutal yang menindas dan memakan hak orang lemah, lalu lahirlah pria-pria bodoh dan serakah yang menghancurkan dunia untuk kesenangan pribadinya.

Apabila wanita telah menyadari bahwa kembali pada kodrat penciptaanya adalah sesuatu yang paling mulia, maka dari tangan-tangan mereka akan terdidik pria-pria besar yang akan membangun dunia, pria-pria bermoral yang akan mengasihi sesama dan tidak sanggup melihat saudaranya kelaparan. Dan ketika itu terungkaplah bahwa Kesetaraan gender yang disuarakan sebagai bentuk pemberdayaan wanita hanya akan terdengar sebagai doktrin kapitalis yang bertujuan untuk menghancurkan moral dunia, dan terungkaplah bahwa pekerjaan wanita sebagaimana kodratnya yakni sebagai Ibu rumah tangga adalah penyumbang terbesar kemajuan moral di dunia, dan segala pekerjaan yang terkait penyetaraan gender tidak akan mambawa dampak baik bagi moral masyarakat yang lebih besar dari pekerjaan menjadi seorang "Ibu".

Dan harus disadari, jika wanita yang diidam-idamkan seorang pria telah menjadi kekasih sejatinya (melalui sebuah pernikahan) maka wanita-wanita itu akan menjadi pendamping seumur hidup bagi sang pria, dan tentu saja segala bentuk kelebihan fisik tidaklah akan kekal disepanjang kehidupan, maka pilihlah wanita idaman yang mulia sikapnya, yang berada pada garis kodratnya, yang membuatmu takkan kehilangan alasan ketika kecantikan fisiknya telah di makan usia.

Dan wahai wanita yang terlahir mulia, jagalah kemuliaan yang telah dianugerahkan Sang Kuasa kepadamu! bukan dengan mempercantik fisikmu, apalagi menampakkan yang tak semestinya kau tampakkan, tapi dengan berdiri pada garis kodratmu sebagai seorang Ratu mulia dengan keanggunan sikap, serta kelembutan jiwa.

Percayalah saudariku, janganlah hanya berusaha menjadi sesosok wanita idaman untuk hari ini, tapi berusahalah untuk menjadi wanita idaman yang akan tetap diidam-idamkan di saat nanti wajahmu tlah tak lagi cantik..

Tulisan ini tentu merupakan pendapat pribadi dari penulis, mungkin akan terdapat pro dan kontra dari Apa yang penulis suguhkan untuk saudara pembaca yang budiman, tapi hal ini sebatas bertujuan untuk terus menambah cakrawala pengetahuan kita terhadap kehidupan yang dipenuhi jutaan warna pola pikir Manusia.

Mohon maaf jika tulisannya melebar dan topik ini menjadi tak terarah, karena ini hanya pekerjaan penulis amatir, jadi mohon masukannya bagi tulisan ini.

Saya sangat terbuka untuk segala masukkan kritik dan saran, silahkan di komentari, atau mungkin ada yang berkenan untuk membuat tulisan balasan tentang Pria Idaman? :)

Mari kita kutip ayat Allah pada surat An Nuur:

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur : 26)

Semoga terurai hikmah dari beberapa paragraf sederhana yang saya sajikan pada pembahasan tentang wanita idaman diatas.

Penulis: Trisno Ardi






Terimakasih atas kunjungan saudara pada Tulisan Abang Pedia Oh, Wanita Idaman!.
! Penilaian: 4.9
Jumlah Penilai: 78 Penilaian



Komentar
1 Komentar
Kotak Komentar Facebook oleh Si-Pedia

1 komentar:

  1. Tulisan-tulisan anda sangat menarik untuk dibaca, teruslah menulis untuk membuka wawasan serta dapat menyadarkan para pembacanya..

    #TERUSLAH MENULIS...

    EMAIL : Ramadhanid98@yahoo.com

    BalasHapus

Silahkan tunjukkan apresiasi saudara untuk postingan AbangPedia dengan mengirimkan komentar, masukkan, kritik dan saran melalui form berikut:

Copyright © 2014 By Si Pedia (Keluarga Besar Si Pedia). All Rights Reserved

Jangan ketinggalan tulisan Seru dan Cerdas AbangPedia, langsung klik tombol "Suka" ya Saudara!


dan, Follow juga AbangPedia di: