Siap bagikan segala yang positif untuk kamu!

Antara Kripik [Keripik] dan Kritik!

Antara Kritik dan Kripik

Antara Kripik [Keripik] dan Kritik! - Salam semangat para pribadi mulia... :)
Pada tulisan dengan judul yang mungkin terdengar "maksa banget" ini, saya akan coba membahas tentang dua hal yang pada prinsipnya memang berbeda, Ialah KEripik dan Kritik. KEripik merupakan sebuah camilan yang umumnya berbahan dasar singkong dan dikenal dengan ke-gurih-annya, yang bila keripik ini ada sekantung maka akan menjadi salah satu santapan favorite saya ketika sedang duduk santai, biasanya ditemani secangkir nescafe original (harapannya nescafe GOld :'().

Lalu, kritik adalah sebuah "bumbu" dari karya-karya yang kita ciptakan, begitulah paling tidak bagi saya. Namun, jika dilirik dari KBBI kritik memiliki arti kecaman atau tanggapan, dan ketika kita berbicara tentang sebuah kecaman atau tanggapan, maka salah satu hal yang akan tergambar di benak kita mengiringi 2 kata tersebut adalah "Pro dan Kontra", sebuah komposisi kehidupan yang saya pikir begitu besar pengaruhnya untuk membuat kehidupan ini lebih bermakna, atau paling tidak lebih menarik! :p

Sekilas dua kata yang jika dilihat dari struktur huruf penyusunnya, mereka memang mirip namun, jika kita melihat dari segi makna maka nampak hampir tidak ada korelasi padanya, namun berhubung pada dasarnya judul artikel ini sudah cukup dipaksakan, maka isi artikelnya pun akan saya angkat dengan pengaitan yang tidak umum atau "dipaksakan", namun tentu saja harap saya tulisan ini akan bertabur hikmah. [gak kerasa pengantarnya udah 3 paragraf aja... ckckck]

Keripik, akan menjadi jajanan enak jika di olah dan di konsumsi secara tepat, mulai dari potongan tipisnya yang menggurihkan, bahan baku yang berkualitas hingga tak membuat was was, campuran sedikit bumbu balado yang memberikan cita rasa "yummy", mang ujang (pedagang) yang ramah dan enak dipandang, hingga cara makan yang bener akan membuat makanan ini terasa nikmat di tenggorokkan.

Tapi, ketika salah satu komposisi-nya atau "teknik" mengkonsumsinya tidak tepat maka makanan enak dan gurih ini akan menjadi malapetaka, woaa? segitunya kah? mungkin tidak tapi mungkin saja ia. Bayangkan, jika sebuah "keripik " dengan diameter 5 cm sebanyak satu kantung plastik, di telan tanpa di kunyah? bukankah ini malapetaka? :D atau irisannya ketebalan dan membuat gigi kewalahan untuk mengunyahnya?

Sama halnya dengan keripik, kritik yang sebenarnya memiliki manfaat luar biasa dalam membangun pribadi seseorang atau meningkatkan kualitas dari sebuah karya sering kali menghancurkan atau mematahkan semangat seseorang. Kritik yang membuat patah semangat ini memang kadang diakibatkan "pelaku kritik" yang kurang pandai meracik komposisi kritiknya, ataupun "penikmat kritik" yang tidak mampu menikmati kritiknya.

Sebagai manusia, sudah sangat lumrah jika kita berharap menjadi pribadi sempurna, karya yang kita ciptakan adalah karya tanpa cela. Lantas pemikiran itu juga yang membuat kita sering kali kesulitan mengidentifikasi kesalahan, kekeliruan, dan kelemahan pada pribadi ataupun karya-karya yang telah kita hasilkan. Nah, disinilah peran para "kritikus ber-etika" untuk membantu kita, ingat ini adalah bentuk bantuan! mereka membantu kita melihat dari sudut pandang mereka tentang apa yang kita lihat benar, mereka membantu dengan kelebihan pengetahuan yang tidak kita miliki. Begitu seterusnya, para kritikus begitu baik hati membantu kita melengkapi apa yang masih menajdi kekurangan pada pribadi atau karya kita!

Namun sangat disayangkan sering kali sebagai manusia yang merasa diri lebih, kita sulit atau malah menolak menerima kritik ini, entah karena berfikir apapun yang kita lakukan telah sepenuhnya benar atau malah yakin bahwa orang yang mungkin pendidikannya lebih rendah dari kita "itu" tidak mungkin bisa memberikan masukkan yang membaikkan, atau ada jua yang hati-nya terlalu lembut sehingga tidak siap menerima perihnya kritik. :D

Mari kita perjelas, manusia adalah mahluk yang selalu lalai, dan tidak akan sempurna ilmunya sampai kapanpun, sebanyak apapun waktu yang kita miliki kita tidak akan pernah benar-benar mampu mempelajari segala hal (terlebih yang dari sono-nya males belajar :p ). So, jangan sampe salah, berfikir diri tanpa cela hanya akan menutup aliran pembesar jiwa, karena jika sudah tanpa cela, maka tidak ada lagi yang perlu diperbaiki! bener gak? Maka berfikirlah seolah kita masih punya sejuta cela yang tersembunyi, yang membuat kita selalu berfikir untuk menemukannya, lalu memperbaikinya, hingga akhirnya kita setiap hari menjadi pribadi yang semakin dan semakin baik. ^_^

Dan sebodoh apapun orang, serendah apapun pendidikannya, tidak menjamin kita lebih tau dan lebih baik dari ia dalam segala hal! misalkan saja seorang Sarjana Ekonomi, tidak akan lebih tangguh daripada lulusan SD yang sejak kecil menjadi nelayan dalam hal menangkap ikan! begitu pula seorang Presiden, mungkin akan begitu kesulitan untuk mampu merasakan perasaan rakyatnya dibanding Pak Lurah, yang nyatanya memang lebih dekat dengan rakyat. Maka tidak ada salahnya, kita mendengarkan, meresapi, dan merenungi setiap kritik yang kita terima, tak peduli dari siapapun dan tentang apapun itu, yang pada intinya kita harus selalu menilai sebuah kritik dengan objektif, bukan pada siapa yang mengucapkan, tapi pada apa yang diucapkan.

Hati yang terlalu lembut, ini sering kali terjadi pada wanita :) (maaf, jangan tersinggung), perlakuan yang lembut dari keluarga dan pembenaran atas hampir setiap tindakan di masa kecil sering kali menyebabkan hal ini, bagi saya pribadi ini bukan tentang kelembutan, lebih kepada ketidak matangan, atau ketidak siapan untuk menyadari kesalahan yang kita lakukan. Sehingga, jika hari ini mendengarkan sebuah kritik selalu membuat anda merasa pedih, cobalah sadari ini, bahwa semakin lama kita bertahan dalam kondisi ini, semakin lama pula kita tidak akan sadar akan kesalahan yang tidak kita sadari, dan camkanlah! kita tidak akan pernah mampu menilai seluruh kesalahan yang kita lakukan, karena bisa jadi kesalahan itu terletak pada kekeliruan sudut pandang, yang tentu saja hanya dapat dibenahi dengan masukkan dari sudut pandang yang berbeda!

Jadi sekali lagi, seseorang yang tidak siap dikritik, akan tidak tahu banyak kesalahannya dalam dirinya, dan tidak akan mempu membenahinya, sehingga tentu saja akan menjauhkan kita dari menjadi seseorang yang "lebih baik"!

Tapi, kadang para tukang kritik memang sok tau atau menyampaikan kritiknya dengan tidak beretika!


Baiklah, saya seorang yang suka mengkritik dengan pedas, dan sering dimintai untuk mengkritk, serta suka di kritik, saya setuju dengan itu! Bagi para kritikus-pun ada berbagai aturan main yang harus diperhatikan, saya menyebutnya Pengetahuan dan Etika!

Boleh saja mengkritik meskipun orang yang kita kritik adalah Seorang Professor, sementara kita hanya lulusan SD, jika memang kita memiliki pengetahuan yang lebih tentang itu! jangan sampai seorang lulusan SD yang baru ngarang puisi pertama karena menerima tepuk tangan dari orang sekampung sudah mau maen kritik Karya dari Professor dibidang Sastra yang sudah berpengalaman selama 15 tahun di tingkat Nasional. karena itu jelas saja seperti Mengajarkan Ikan Berenang! mengkritik bukan sekedar mencari-cari kelemahan, tapi menunjukkan kelemahan! artinya apa? kita tidak sekedar mencaci maki sesuatu yang kita pikir buruk, melainkan setiap kritik itu harus disertai alasan yang jelas! serta jika memungkinkan sebuah solusi! jangan sampai berkata "Ini Jelek.[titik]" karena jelas saja itu bukan kritik tapi hinaan! atau berkata "ini tidak sesuai dengan kaidah sastra di kampung saya!" jelas ini tidak rasional! dan tentu saja setelah mengkritik, kita juga siap bertanggung jawab menjelaskan pendapat kita jika diminta!

Jadi mengkritik haruslah!

  1. Mengetahui ilmunya/berkompetensi pada bidang yang di kritik,
  2. Memiliki alasan,
  3. Rasional (masuk akal),
  4. Tahu Situasi dan Kondisi, jangan sampai mengkritik pekerjaan seorang pagawai yang baru saja dipecat, terlebih jika itu di depan pintu direktur perusahaannya, karena saya yakin anda akan mempertimbangkan harus pergi ke tukang urut atau dokter spesialis tulang setelahnya... :D
  5. Sopan, mngkritik tidak sama dengan mencaci, maka kata-kata yang digunakan haruslah sopan, dan begitupun pengucapannya!
  6. Bertujuan memberikan solusi, bukan mencaci! ingin memberikan kritik, lantas membuat karangan 15 paragraf yang isinya mengkritik seluruh bagian dari selembar puisi pertama yang dibuat seorang anak SD, tentu saja itu bukanlah mengkritik!
  7. Bersifat Mengemukakan Pendapat, bukan memaksakan kehendak!
  8. Siaplah Dikritik! jangan cuma suka mengkritik tanpa pernah siap di kritik!, atau anda akan di cap sebagai Omdo! ngomong doang, atau pemaksa kehendak!
  9. dan Bertanggung Jawab!

Tips menghadapi kritik!

  • Mulailah dengan pemikiran, mungkin ia benar! seburuk apapun kritiknya, karena bisa jadi kita yang memang kurang ilmu tentang hal yang mereka kritik, meskipun terdengar tidak rasional, atau menyakitkan mungkin saja mereka ada benarnya!
  • Kunyah Dulu! jangan langsung ditelen! sama seperti kripik! kalo langsung ditelen kritik itu akan terasa menyakitkan di tenggorokan! jadi kunyah dulu, resapi, bagian yang menyakitkan jangan dimasukkan ke hati, bagian yang membesarkan ditanam dalam jiwa dengan sepenuh hati!
  • Sabar, sesakit apapun itu! terimalah dengan senyuman!
  • Berikan Bantahan, jika anda merasa tidak setuju dengan apa yang mereka kritik terhadap pribadi maupun karya anda, maka akan sangat bijak jika anda segera bertanya atau memberikan bantahan terhadap apa yang mereka sampaikan, hal ini selain untuk memperjelas solusi dari kesalahan anda, bisa juga menjadi kritik balik bagi pengkritik!
  • Ucapkan terimakasih pada pengkritik, ini akan membuat anda lebih nyaman dan puas dengan kritik yang diberikan, dan tentu saja membuka peluang untuk menerima kritikan selanjutnya dari orang yang sama!

Oke itu sekelumit tentang Kritik, dan bagaimana kritik itu begitu mirip dengan kripik, karena sifatnya yang membawa malapetaka jika tidak di manfaatkan dengan benar! dan nikmat jika dikonsumsi dengan sabar!

satu hal yang harus kalian tahu! tidaklah ada orang besar yang tidak pernah di kritik, maka bersiaplah di kritik sebelum menjadi orang besar! dan bahagialah, senanglah di kritik! nikmati ia seperti setoples kripik singkong rasa balado! dan bukalah kesempatan bagi siapa saja yang ingin mengkritik anda! agar anda bisa segera menjadi orang yang lebih besar!

dan selanjutnya, selamat mengkritik habis-habisan tulisan saya ini!! :D






Terimakasih atas kunjungan saudara pada Tulisan Abang Pedia Antara Kripik [Keripik] dan Kritik!.
! Penilaian: 4.9
Jumlah Penilai: 78 Penilaian



0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tunjukkan apresiasi saudara untuk postingan AbangPedia dengan mengirimkan komentar, masukkan, kritik dan saran melalui form berikut:

Copyright © 2014 By Si Pedia (Keluarga Besar Si Pedia). All Rights Reserved

Jangan ketinggalan tulisan Seru dan Cerdas AbangPedia, langsung klik tombol "Suka" ya Saudara!


dan, Follow juga AbangPedia di: