Siap bagikan segala yang positif untuk kamu!

Jangan Pajang Fotomu Hei Nona Cantik!!

Nona cantik, jika kudeskripsikan ini, maka itu semacam wanita berkerudung yang nampak "Glamour" dengan Kerudung dan Gaya ber-foto-nya, dan tentu saja mereka bukan wanita menor dengan dandanan bagai "pelor" yang menghancurkan iman lelaki yang kurang kuat imannya ketika tak sengaja memandang si Nona.

Mereka menjaga kerudungnya, dan banyak pula yang perhatian pada jilbab hingga seluruh hijab-nya tertutup nyaris sempurna. Namun pose Nona cantik tetap saja cantik meski tertutup hijab, dan tentu saja mereka lebih cantik dari "pedandan menor saat tanpa foto glamor", sehingga mereka disenangi dan mudah untuk dipandang sepanjang hari, dari foto-foto mereka di dunia yang dinamakan dunia maya.

Mungkin, memang salah lelaki yang tak mampu menahan diri, tapi banyak jua yang telah lelah menahan diri namun paksaan kecantikan nona cantik, merubuhkan niat mulia untuk menjaga mata! karena harus pakai apa lagi, kalau dulu ada kaca mata kuda untuk lihat depan tanpa lirik kiri dan kanan, sekarang dunia maya adalah dunia sebesar jendela, yang bahkan jika kau memandang pada satu titik tersempit mata, kau masih tak bisa lari dari kecantikan nona cantik. aduh! -_-

Dan nona cantik harus tau serta sadar, Dunia Maya itu meski sebesar jendela ia tetap berisi sejuta durjana. Misalkan saja, kata orang "santet" itu ada, meski ku tak cukup percaya, tapi sihir telah ada dalam cerita dari masa ke masa dalam garis waktu perjalanan manusia. dan tentu saja Foto-mu kapanpun bisa menjadi sasaran si Sihir durjana.

Ah, sebut saja aku primitif karena masih saja percaya dengan cerita fiktif. Tapi modernisasi digital dengan frontal menyebarkan kabar durjana pada seluruh penjuru dunia. Maaf, tidaklah pemuda lancang ini bermaksud deskriminasi atau menakuti, tapi percaya atau tidak prostitusi dan fitnah digital mulai gencar! Dan saudari-saudariku si Nona Cantik yang menjaga diri dengan kerudung atau bahkan jilbab lengkapnya, aku tak ingin kau terkapar menjadi korban kekejamannya! ku jawab Tidak, jika kau pikir maksudku "korban dengan secara langsung masuk kedalamnya", karena ku tahu iman kalian cukup untuk tak jatuh pada titik sedurjana-durjananya dunia maya itu!

Tapi Dunia Maya itu memang kejam, kejam sekali! Bahkan bagi kalian yang di dunia nyata merasa aman karena dijaga oleh orang tua, dan keluarga yang paham agama, hingga tak mungkin didekati oleh durjananya dunia! tapi berbeda dengan dunia maya, meskipun kalian tak pernah "tahu" dengan kedurjanaan dunia maya, para pendurjana yang hidup dengan kejam itu tetap saja bisa menjadikan kalian korban tanpa belas kasihan, dan tanpa kalian pernah tahu bagaimana itu terjadi! mencabik-cabik harga dirimu, menghapus kemuliaanmu, hingga menebar prasangka terburuk atasmu, itu terjadi bahkan tanpa pernah kau tahu wajah pendurjana itu seperti apa! aku sebut saja, fotomu digunakan (sebut saja dijual) untuk menarik minat pelanggan untuk sebuah layanan entah apa, lalu ada jua fotomu diperkenalkan dengan identitas baru yang akan terkenal dengan "status" sumpah serapah, dan yang lebih menyedihkan lagi adalah kasus Foto yang di Edit untuk seolah menampakkan apa yang bahkan takkan nampak selain pada suamimu. Apa kau tak takut itu saudariku? jika tidak mungkin kau memang wanita pemberani, karena aku-pun menulisnya dengan ketakutan yang mengiris hati. :'(

Terkadang ada jua yang lebih sederhana dan sangat mungkin terjadi, ialah ketika para pendurjana itu adalah orang yang mungkin merasa menjadi penggemar berat kecantikanmu, paling tidak ia memandangi fotomu sampai lumat, dan entah apa yang ada difikiran kotor mereka! Kukatakan "MAAF!", untuk kata-kataku yang mungkin tak semestinya kau saksikan, tapi ini nyata Saudariku! Itu salah mereka para pendurjana, bukan Salahmu! tapi bagian durjana dunia maya itu tak kenal siapa yang salah! tak kenal belas kasih! yang mereka tahu mereka menikmatimu sebagai korban!. Apa kau tak takut itu saudariku? jika tidak mungkin kau memang wanita pemberani, karena aku-pun menulisnya dengan ketakutan yang mengiris hati. :'(

Dan kau tahu apa yang lebih buruk lagi saudariku? sekali saja foto-fotomu yang bisa mengundang malapetaka dalam hidupmu itu tersebar, maka sesulit kau temukan jarum di tumpukkan jerami, sesulit itu kau menghapusnya dari Dunia Maya itu! atau bahkan lebih sulit dari itu!

Katamu "Ah, kau penulis yang terlalu melebihkan! dunia ini terlalu luas, kenapa harus aku! ada banyak wanita lain yang bisa menjadi korban mereka", ya tentu saja! aku mungkin memang melebihkan, tapi aku dengar kata mereka yang hari ini telah menjadi korban, mereka bilang "kenapa harus aku yang menjadi korban, padahal ada banyak wanita lain diluar sana", kenapa tidak "dia" menunjuk foto wanita yang menjadi rival-nya dalam berpose ter-anggun dengan jilbab terjaga namun tetap cantik menggugah selera. Dan kau tau siapa "dia" yang ditunjuk itu? aku sendiri tak tahu, tapi tentu saja bukan sesuatu yang tidak mungkin itu "kau!".

Katamu "ah, ini bukan salahku!", yah aku tahu saudariku bahwa ini bukan salahmu, dan akupun takkan menyalahkanmu. Tentulah beberapa lelaki berotak durjana yang ingin pertama kupersalahkan, atau malah ku-tebas durjananya dengan pedang tertajam yang kupunya! Tapi saudariku, seperti kataku bagian durjana sang Dunia Maya tidak mau tahu, kau yang salah atau siapa, yang mereka tahu kau adalah korban yang akan mereka nikmati! apa kau tak takut itu saudariku? jika tidak mungkin kau memang wanita pemberani, karena aku-pun menulisnya dengan ketakutan yang mengiris hati. :'(

"Tapi maksudku ini hanya untuk temukan pria terbaik untuk meminangku kelak!", atau "menjadikan keindahan wajahku yang tubuhnya tertutup mulia dengan hijab sebagai bagian dari keindahan yang dicintai Allah", kau memang mulia saudariku! karena sampai saat seperti ini kau masih mengingat Allah! aku selalu tahu itu. Meski Allah mencintai keindahan, tapi tentu bukan keindahan yang kau pancarkan dan mendekatkan nafsu durjana pada pemandangnya! karena Allah jelas lebih menginginkan kau menjaga kemuliaanmu! itu tergambar dari ter-wajib-kannya Hijab bagimu, dan kemuliaan itulah keindahan yang bisa kau persembahkan untuk menunjukkan kecintaanmu padaNya, Rabb yang mencintai keindahan

Jika mimpi-mu adalah hubungan mulia yang akan kau bangun diatas kekaguman pria atas fisikmu semata! Yakni dengan foto-foto yang mempesona memekakan mata, mengelukan bibir, berujung nafsu! maka percayalah, cepat atau lambat mimpi-mu itu akan membangunkanmu layaknya mimpi buruk yang dengan kejam merampas kebahagiaanmu setelah kecantikan fisikmu sirna termakan waktu yang tak mungkin mampu kau tahan.

Lalu kini aku akan membentakmu dengan kata "Sudah! Cukup!", bukan karena aku menyalahkanmu, apalagi benci padamu! tapi ini hanya karena aku menyayangimu sebagai saudari seiman yang harus kuhormati, kusayangi, dan kuingatkan menuju yang benar saat sifat menusiamu membuatmu terlupa! dan bentakkanku itu teruntuk bbagimu yang masih berkata "tapi,..." yang membuatmu semakin jauh dari kebenaran, dan pahamilah tidak memajang foto-mu tidak akan merugikanmu lebih besar daripada semua kata "tapi,..." yang kau miliki

Saranku wahai saudariku yang mulia, jadilah wanita cantik, ialah sosok yang aku deskripsikan sebagai sosok mulia memuliakan, bukan seperti nona cantik yang menutup aurat tapi tak menjaganya, lalu mulialah karena terlahir dengan kodrat suci mulia, dan melaksanakan kodratmu sebagai "Wanita!", setelah itu jadilah sosok Memuliakan karena hidupmu untuk memuliakan dirimu, menjauhkan keburukan dari hidupmu, dan memuliakan orang-orang sekiatarmu, serta Agama-mu. Dan terakhir, wujudkanlah mimpi "abadi"-mu sebagai seorang yang dikasihi oleh Raja Halal-mu, dengan memuliakan kepribadianmu! bukan fisik-mu!

Dan kali ini kataku "Terserah kalian mau berkata apa, tapi aku berbicara diatas fakta! maka fikirkanlah!!"

Tapi, satu pesanku! dan Ingatlah, krena kutulis ini dalam tangis terisak dalam hati!

"Sayangi Hijab-mu, lindungi ia seperti kau melindungi kehormatanmu, jangan buat percuma ia melekat kuat pada tubuhmu. Jika hakikatnya terpakai untuk menjadi 'pembatas' tak mampu ia penuhi karena foto-foto-mu yang berhijab syari'i tapi begitu cantik dan menarik untuk dipandangi, hingga membuat mata tak sanggup berpaling, dan menyulut nafsu hingga memaksa otak berfikir kotor, lalu apa lagi arti hijabmu?"

Penulis: Trisno Ardi






Terimakasih atas kunjungan saudara pada Tulisan Abang Pedia Jangan Pajang Fotomu Hei Nona Cantik!!.
! Penilaian: 4.9
Jumlah Penilai: 78 Penilaian



Komentar
5 Komentar
Kotak Komentar Facebook oleh Si-Pedia

5 komentar:

  1. Assalamu'alaikum.

    Bknnya kalo seorang wanita yang berpenampilan, lantas membuat orang tergoda. Maka wanita tersebut berdosa ya ?

    Jd bkn salah sang penikmat saja y ?
    Kn penyebabnya sang wanita tu jua.

    Gmn ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumussalam...
      Kalau tentang hukum Islam-nya tentu saja kedua belah pihak akan menjadi berdosa, sebagaimana kita tahu kewajiban menundukkan pandangan bagi seorang pria (jua wanita), dan begitupun tentang kewajiban menjaga aurat bagi seorang wanita...

      "Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." (An-Nuur 24:30)

      "Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, "Agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman agar kamu beruntung." (An-Nuur 24:31)

      Mengingat blog ini pada prinsipnya bukan blog yg membahas syariat secara gamblang, maka kk memang sengaja melakukan pendekatan logika, yang tentu saja tanpa mengesampingkan hukum-hukum islam yang ada, disana secara implisit menyatakan bahwa kedua-nya bersalah, atas kejadian-kejadian ini...

      Sekilas kk banyak menyalahkan pria ditulisan ini, namun bukan semua pria, selalu ada penekanan yang dimaksudkan disana adalah para pria durjana, hanya mereka...

      Karena target tulisan ini adalah wanita, maka untuk menciptakan kenyamanan mereka, agar informasi kebaikan ini bisa lebih mudah mereka terima, maka kk melibatkan suara-suara wanita, dan tentu tanpa terasa menyalahkan mereka penjelasan setelah kata "tapi", akan membuat mereka sadar akan pemikiran salah itu.

      Kk tidak meng-hukum-kan disana... artikel ini lebih menekankan pada pemahaman tentang dampak yang mungkin terjadi...

      Wallahua'lam Bish shawab, semoga kk dan apa yang kk tulis terjaga dalam kebaikan...
      Terimakasih atas masukkannya dek... ^^

      Hapus
    2. Terima kasih atas jawabannya.

      Tapi apa tidak sebaiknya, disertakan langsung hukumnya jika sang wanita bertindak demikian ?

      Ya mungkin sang wanita tidak/belum mengetahui hukumnya gitu. Jadi dari sisi agama juga berperan dalam penanaman pemahaman tentang hal itu, dan tentunya kalau melanggar syariat agama, sudah pasti ada dampaknya.

      Sebab akibat mungkin bisa jadi seperti itu.

      Maaf jika ada salah kata.

      Hapus
    3. Jazakallah khairan, baiklah insyaAllah akan segera kk buat bahasan tentang ini yang ditinjau dari segi kagamaan...

      Namun tidak ditulisan ini, karena ada efek negatif yang kk khawatirkan akan timbul ketika mencampur adukkan bahasan berjenis ini dengan bahasan yang secara gamblang mengambil pertimbangan pada unsur keagamaan, msalhnya bukan pada agamanya, tapi pada tulsan kk sendiri, yang akan menimbulkan paradigma-paradigma salah tentang Islam...

      Hapus
    4. Terima kasih jawabannya k'.

      Hapus

Silahkan tunjukkan apresiasi saudara untuk postingan AbangPedia dengan mengirimkan komentar, masukkan, kritik dan saran melalui form berikut:

Copyright © 2014 By Si Pedia (Keluarga Besar Si Pedia). All Rights Reserved

Jangan ketinggalan tulisan Seru dan Cerdas AbangPedia, langsung klik tombol "Suka" ya Saudara!


dan, Follow juga AbangPedia di: